Dampak Lingkungan dan Upaya Pengelolaan dalam Industri Mineral dan Pertambangan di Indonesia


Industri mineral dan pertambangan di Indonesia memiliki dampak lingkungan yang signifikan. Dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh industri ini dapat berupa pencemaran air dan udara, kerusakan hutan, serta rusaknya ekosistem lokal. Oleh karena itu, upaya pengelolaan yang baik sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak tersebut.

Menurut Dr. Ir. H. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, “Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral yang sangat besar, namun pengelolaannya harus dilakukan secara bijaksana agar tidak merusak lingkungan.”

Upaya pengelolaan dalam industri mineral dan pertambangan di Indonesia dilakukan melalui berbagai kebijakan dan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Salah satunya adalah moratorium izin tambang yang diberlakukan untuk beberapa wilayah yang memiliki potensi kerusakan lingkungan yang tinggi.

Menurut Prof. Dr. Ir. Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup, “Upaya pengelolaan yang baik harus melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah, industri, dan masyarakat. Kolaborasi yang kuat antara ketiganya akan memastikan keberlanjutan industri mineral dan pertambangan tanpa merusak lingkungan.”

Selain itu, penerapan teknologi hijau juga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri mineral dan pertambangan. Teknologi hijau dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan limbah berbahaya yang dihasilkan oleh industri ini.

Secara keseluruhan, dampak lingkungan dari industri mineral dan pertambangan di Indonesia dapat diminimalkan melalui upaya pengelolaan yang baik dan berkelanjutan. Dengan melibatkan semua pihak dan menerapkan teknologi hijau, diharapkan industri ini dapat berkembang tanpa merusak lingkungan sekitar.

Referensi:

1. https://www.menlhk.go.id/

2. https://www.tempo.co/

3. https://www.kompas.com/